Madrid – Pemain Real Madrid Gareth Bale disebut sebagai seorang perfeksionis. Hal itu pula yang membuatnya memiliki sebuah rasa takut terkait kehidupannya di Spanyol.

Bale bergabung dengan El Real pada 2013 dan sejak itu sudah ikut menikmati kesuksesan klubnya, di antaranya dengan menjuarai satu titel La Liga dan tiga trofi Liga Champions.

Akan tetapi, perjalanan karier Bale di Spanyol tak mulus-mulus saja. Tak jarang ia dapat kritikan dari suporter Madrid yang menilai penampilannya tak maksimal, juga sejarahnya dengan cedera.

Di luar lapangan, pemain internasional Wales itu dapat kritikan karena lebih banyak menghadapi sesi wawancara dengan menggunakan bahasa Inggris alih-alih bahasa Spanyol.

Menurut guru lesnya, Bale sebenarnya punya kemampuan lebih baik daripada dugaan banyak orang dalam berbahasa Spanyol. Rasa takut, akibat dirinya yang serba perfeksionis, telah membatasi Bale cuap-cuap dengan bahasa tersebut.

“Ia memiliki level (bahasa Spanyol) yang lebih baik ketimbang yang ia perlihatkan saat wawancara,” kata Michael Gomez, guru les Bale, kepada La Sexta yang dikutip Express.

“Ia merupakan seorang perfeksionis dan sampai mencapai level yang sangat bagus, ia merasa takkan oke untuk melakukannya sehingga itu justru membuatnya terlihat tak lancar. Kami akan melakukan segalanya untuk memastikan pemahamannya akan bahasa Spanyol bertambah dan, yang terpenting, membuatnya merasa lebih nyaman dan mengikis sedikit rasa takutnya itu.”

“Ia tahu persis harus terus mengikuti les agar bisa meningkatkan kemampuan berbahasa dan proses adaptasinya dengan kehidupan di Spanyol,” tuturnya.

(krs/raw)


NO COMMENTS